Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Hidroponik Sistem Rakit Apung, Mudah Untuk Pemula

Cara menanam hidroponik sangat beragam jenisnya, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Sistem hidroponik semakin di gemari terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Sebab hidroponik bisa diterapkan pada lahan yang terbatas. Salah satu sistem hidroponik yang banyak digunakan yaitu sistem rakit apung.

Dalam artikel ini akan dijelaskan sistem hidroponik sederhana menggunakan rakit apung, yang sangat cocok bagi pemula. Untuk mendapatkan informasi secara lengkap, yuk simak penjelasan berikut. 

Cara Menanam Hidroponik Sistem Rakit Apung, Mudah Bagi Pemula
Ilustrasi hidroponik rakit apung (pixabay.com)

Mengenal Sistem Hidroponik Rakit Apung (Water Culture System)

Sistem rakit apung adalah sistem hidroponik paling sederhana yang menggunakan pompa atau aerator untuk sirkulasi air. Sistem rakit apung dikembangkan di Italia oleh Massantini pada tahun 1976 dan Jensen pada tahun 1980 di Arizona. 

Hidroponik rakit apung merupakan pengembangan dari sistem bertanam hidroponik yang dapat digunakan untuk kepentingan komersial dengan skala besar ataupun skala rumah tangga. Sistem rakit apung termasuk pengembangan dari sistem sumbu atau wick system.

Yang membedakan antara sistem wick dengan rakit apung yaitu pada perputaran nutrisinya. Pada sistem wick nutrsi untuk tanaman tidak berputar. Sedangkan pada sistem rakit apung terdapat aerator yang berfungsi untuk menambahkan oksigen pada akar tanaman, sehingga tanaman tumbuh dan berkembang lebih baik.

Prinsip Kerja Sistem Rakit Apung

Pada sistem rakit apung, media tanam dan akar tanaman langsung menyentuh air nutrisi. Tempat tanaman berada dalam kondisi mengapung dan bersentuhan langsung dengan air nutrisi. Secara prinsip kerja, sistem rakit apung memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan sistem sumbu.

Hanya saja dalam sistem rakit apung penggunaan air lebih banyak dari sistem sumbu. Sistem rakit apung dapat digunakan untuk tanaman sayuran yang membutuhkan air banyak dengan jangka waktu tanam relatif singkat seperti selada, kailan, kangkung, caisim, petsai dan pakcoy.

Untuk membuat sistem hidroponik ini terbilang mudah karena alat yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Beberapa alat yang biasanya digunakan untuk membuat sistem rakit apung hidroponik seperti berikut:

  1. Bak plastik ukuran 50 x 20 x 15 atau menyesuaikan.
  2. Styrofoam atau bisa juga papan plastik bekas.
  3. Net pot atau bisa juga gelas minuman kemasan.
  4. Aerator.

Sementara itu, untuk bahan-bahan yang diperlukan, antara lain: 

  • Benih tanaman seperti: selada, kangkung, pakcoy, kailan dan sayuran daun lainnya.
  • Pupuk AB mix.
  • Media tanam hidroponik seperti rockwoll.

Semua bahan tersebut dapat ditemukan di toko pertanian terdekat, namun dapat juga menggunakan media yang ada di rumah, seperti spons, pasir atau yang lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Rakit Apung

Sistem hidroponik ini mempunyai beberapa keunggulan dan kekurangan. Berikut ulasannya.

Kelebihan Sistem Rakit Apung

  1. Biaya pembuatan yang mudah dan murah, hal ini karena tidak memerlukan alat yang terlalu banyak.
  2. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem rakit apung mudah dicari, bahkan dapat ditemukan di sekitar rumah.
  3. Perawatan yang mudah
  4. Tidak bergantung pada listrik, jika listrik mengalami pemadaman tanaman akan baik-baik saja, sehingga hal ini akan bisa lebih menghemat pengeluaran.
  5. Penggunaan air dan nutrisi yang lebih hemat.

Kekurangan Sistem Rakit Apung

  1. Sistem rakit apung perlu naungan. Sebab jika tidak ada naungan, ketika hujan turun bak plastik akan terpenuhi air, sehingga harus mengganti dengan nutrisi yang baru.
  2. Akar tanaman lebih rentan mengalami pembusukan karena terus tergenang dalam air larutan nutrisi
  3. Kadar oksigen yang sedikit, oleh karena itu keberadaan aerator dalam sistem ini sangat penting untuk menyuplai oksigen ke akar untuk proses fotosintesis.

Itu dia penjelasan mengenai cara menanam hidroponik sistem rakit apung mudah bagi pemula. Sekarang waktunya Anda mencari alat dan bahan bekas yang ada di sekitar rumah untuk mulai bercocok tanam dengan cara ini, karena perubahan akan terjadi jika kita melakukan aksi nyata.

Posting Komentar untuk "Cara Menanam Hidroponik Sistem Rakit Apung, Mudah Untuk Pemula"