Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Hidroponik NFT, Cocok untuk Urban Farming

Sistem hidroponik NFT bisa menjadi pilihan untuk Anda yang ingin menerapkan urban farming di rumah. Urban farming belakangan ini sedang ramai di bincangkan, terutama bagi penduduk perkotaan. 

Hal ini dikarenakan penduduk kota yang ingin bertani dibatasi dengan jumlah lahan yang mereka miliki. Oleh karena itu, muncul suatu tren baru dalam bertani yaitu urban farming, sistem pertanian ini diketahui bisa menjawab permasalahan bagi penduduk kota yang ingin bertani.

Terdapat banyak sistem pertanian, secara konvensional maupun modern. Namun pada urban farming ada syarat khusus yang harus dipenuhi, yaitu tidak memerlukan lahan yang luas tetapi dapat memberikan hasil yang maksimal. 

Sistem pertanian yang cocok untuk menjawab persyaratan khusus tersebut yaitu hidroponik. Hidroponik adalah kegiatan bertani atau bercocok tanam menggunakan media selain tanah. Untuk membuat sistem hidroponik, perlu adanya perangkat khusus. 

Salah satu perangkat yang sering digunakan yaitu  paralon pipa PVC, untuk menghemat ruang pipa PVC. Pipa tersebut bisa disusun secara vertikal berbentuk segitiga maupun bentuk lainnya menyesuaikan kondisi tempat. 

Dalam perangkat tersebut, nantinya akan diisi media tanam selain tanah. Media tanam hidroponik juga cukup beragam dapat menggunakan arang sekam, rockwoll, pasir dan kapas. Sistem bertani tanpa tanah ini sangat mudah. Dengan sistem hidroponik kita hanya perlu mengontrol air nutrisi saja, tanpa perlu melakukan penyemprotan pestisida dan penyiangan gulma. 

Urban farming dengan sistem hidroponik sangat cocok untuk penduduk kota yang memiliki banyak kegiatan namun ingin tetap bertani. Salah satu sistem hidroponik yang bisa diterapkan yaitu NFT Nutrient Film Technique. Apakah itu sistem NFT? Berikut ulasan lengkapnya. 

Sistem Hidroponik NFT, Cocok untuk Urban Farming
Ilustrasi hidroponik sistem NFT (pixabay.com)

Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)

Dr. A.J. Cooper merupakan orang pertama yang mengembangkan sistem hidroponik NFT. Ia mengembangkan sistem ini di Glasshouse Crops Research Institute, Inggris. Konsep dasar dari sistem NFT adalah suatu teknik budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi secara terus menerus pada media polyethylene seperti pipa PVC menggunakan pompa listrik sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi, dan oksigen.

Nutrisi yang disediakan untuk tanaman akan diterima oleh akar secara terus menerus menggunakan pompa air yang ditempatkan pada penampung nutrisi yang disusun sedemikian rupa agar sirkulasi air menjadi efektif. Juga diperlukan timer untuk mengatur air yang mengalir, dan aerator untuk menunjang pertumbuhan akar.

Prinsip Kerja Sistem Hidroponik NFT

Prinsip kerja dari sistem hidroponik NFT diawali dengan larutan air dan nutrisi yang mengalir ke akar tanaman didorong dengan cara di pompa dari tempat penampungan. Idealnya, sistem ini memiliki   ketinggian air 2-3 mm dan bersirkulasi secara terus menerus selama 24 jam pada pipa PVC dengan kemiringan 5%. 

Kecepatan aliran yang masuk diatur berkisar antara 0,3-0,75 liter/menit saat kran dibuka. Aliran dalam sistem tersebut dapat berhenti dengan batas waktu maksimal selama 10 menit dan setelah itu harus dialiri larutan lagi, karena perakaran tanaman tidak boleh terlalu lama kering. Pada sistem NFT, komponen inti yang menunjang diantaranya pipa PVC, tanki penampung (menampung larutan nutrisi) dan pompa air.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hidroponik NFT

Sama seperti sistem hidroponik pada umumnya, sistem NFT juga memiliki beberapa kelebihan dan kekuranga, Berikut penjelasannya.

Kelebihan Sistem NFT

  1. Pemupukan, pemeliharaan dan pengontrolan aliran, dan kondisi nutrisi tanaman lebih mudah karena nutrisi ditempatkan dalam satu tempat, sehingga tidak perlu mengecek berulang kali. Sebab, dengan satu kali pengecekan kita sudah bisa mengetahui seluruh kondisi tanaman pada saat itu.
  2. Sangat cocok untuk tanaman yang membutuhkan banyak air. Alasannya, sistem NFT akan membuat aliran air dapat terpenuhi dengan mudah, stabil dan baik. Hal ini akan memungkinkan akar tanaman untuk menyerap nutrisi lebih banyak sehingga terjadi proses fotosintesis yang lebih baik.
  3. Cepat panen, sehingga kita bisa melakukan penanaman tanaman lebih banyak dibanding sistem konvensional. Dengan cara bercocok tanam hidroponik NFT, dapat memperoleh untung lebih besar karena dalam satu waktu bisa panen berkali-kali.
  4. Aliran nutrsi yang stabil dalam satu jalur sehingga kondisi nutrisi di semua bagian menjadi seragam. Nutrisi yang seragam akan membuat tumbuhan memperoleh asupan kebutuhan secara merata dan seragam. Akan diperoleh hasil panen yang lebih baik dan merata dikarenakan pertumbuhan tanaman optimal tanpa ada tanaman yang memperoleh nutrisi lebih banyak

Kekurangan Sistem NFT

  1. Alat dan bahan untuk membuat hidroponik sistem NFT relatif mahal. Hal ini dikarenakan komponen peralatan untuk merancang sistem hidroponik NFT yang cukup banyak, seperti pompa, persediaan nutrisi, tempat penanaman, dan lain sebagainya.
  2. Bergantung pada listrik, karena jika listrik padam dan pompa mati, tanaman tidak mendapatkan suplai nutrisi dan dapat menyebabkan kematian.
  3. Kurang sesuai untuk pemula. NFT membutuhkan ilmu, kemampuan, dan ketelitian agar dapat berhasil. Pengecekan air dan nutrisi tidak bisa dilakukan oleh orang yang baru belajar karena khawatir mengalami risiko kegagalan yang lebih besar.
  4. Rentan terhadap penyakit apabila beberapa tanaman terkena penyakit. Akar tanaman yang terintegrasi dengan aliran nutrisi akan lebih mudah menyebarkan penyakit ke tanaman lain yang berada pada jalur atau wadah tersebut. Kondisi semacam ini bisa menimbulkan kerugian.

Sumber: Susilawati. 2019. Dasar-dasar Bertanam Secara Hidroponik. Unsri Press, Palembang.


Posting Komentar untuk "Sistem Hidroponik NFT, Cocok untuk Urban Farming"