Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Teori Asam Basa yang Perlu Dipelajari

Teori asam basa menjadi bagian yang penting untuk dipelajari. Pasalnya dengan mempelajari teori dasarnya, kita menjadi lebih mudah dalam memahami materi asam basa lainnya maupun materi kimia yang masih berhubungan dengan teori asam basa. 

3 Teori Asam Basa yang Perlu Dipelajari
Buah yang mengandung asam (pexels.com)

Teori asam dan basa terbagi menjadi tiga yaitu teori Arrhenius, Bronsted Lowry, dan Lewis. Apa perbedaan ketiga teori tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Teori Asam Basa Arrhenius

Teori asam basa Arrhenius dikemukakan oleh Svante Arrhenius pada 1807. Menurut ilmuwan asal Swedia ini, saat senyawa asam dilarutkan air maka akan menghasilkan ion H+. Sebagai contoh, perhatikan persamaan reaksi berikut ini.

Teori Arrchenius juga menyebutkan bahwa senyawa basa yang dilarutkan dalam air bisa menghasilkan OH-. Adapun contoh persamaan reaksi kimianya sebagai berikut:

HCl (aq) => H+ (aq) + Cl- (aq)

Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui bahwa asam basa menurut Arrchenius adalah segala senyawa bersifat asm dalam air karena ada ion H+. Sedangkan, senyawa bersifat basa dalam air akan membentuk ion OH-.

NaOH (aq) => Na+ (aq) + OH- (aq)

Teori Asam Basa Bronsted Lowry

Teori asam basa Bronsted-Lowry dikemukakan pada tahun 1923 oleh ilmuwan bernama Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry. Menurut dua ilmuwan ini, asam berfungsi sebagai pemberi proton (donor ion H+). Sedangkan senyawa basa berguna sebagai penerima proton (akseptor H+). 

Dari teori tersebut bisa disebutkan bahwa jika ada zat yang bersifat asam, maka harus ada zat yang bersifat basa, begitu sebaliknya. Adapun contoh reaksi kimia berdasarkan teori ini seperti berikut.

Ada empat poin yang perlu diketahui dari persamaan kimia di atas. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. HCl bersifat sebagai asam dan Cl- bersifat basa. HCl dan Cl- merupakan asam-basa atau yang disebut sebagai asam-basa konjugasi.
  2. Cl- adalah basa konjugas HCl, sedangkan HCl adalah asam konjugat Cl-.
  3. H20 bersifat basa, sedangkan H3O+ bersifat asam. H2O dan H3O+ merupakan pasangan asam-basa konjugasi.
  4. H3O+ merupakan asam konjugat dari H2O. Sedangkan H2O adalah basa konjugat dari H3O+.

Teori Asam Basa Lewis

Sama seperti teori asam basa Bronsted-Lowry, teori asam basa Lewis juga dikemukakan pada tahun 1923. Ahli kimia asal Amerika Serikat bernama G.N. Lewis, menyebutkan bahwa partikel (ion atau molekul) asam berperan sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron. Sementara itu, partikel basa berperan sebagai pemberi pasangan elektron.

Menurut teori Lewis, asam basa berhubungan dengan transfer elektron yang terjadi pada ikatan kovalen koordinasi. Berikut contoh reaksinya. 

Pada reaksi di atas, NH3 berperan sebagai basa. Sedangkan H+ berperan sebagai asam. 

Sumber: 

Sutresna, N. Sholehudin, D., & Herlina, T. 2015. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Kimia untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam. Grafindo Media Pratama, Bandung.

Posting Komentar untuk "3 Teori Asam Basa yang Perlu Dipelajari"