Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Simbiosis Parasitisme, Ciri-ciri, dan Contohnya

Pernahkah kamu melihat kutu daun yang berwarna putih di dedaunan? Biasanya lama kelamaan tanaman tersebut akan layu karena kekurangan nutrisi. Nah, itulah salah satu contoh simbiosis parasitisme dalam ekosistem antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya. 

Pengertian Simbiosis Parasitisme, Ciri-ciri, dan Contohnya
Ilustrasi simbiosis parasitisme antara hama dengan tanaman padi (Shutterstock)

Di dalam ekosistem dikenal berbagai bentuk interaksi antar komponen biotik yakni ada persaingan (kompetisi), pemangsaan (predasi), dan kerja sama (simbiosis). Persaingan (kompetisi) terjadi di antara beberapa organisme yang membutuhkan bahan makanan yang sama. 

Selain melakukan persaingan, beberapa organisme mendapatkan makanan dengan memangsa organisme lain. Pola interaksi semacam ini disebut pemangsaan (predasi).  Menurut Zapino (2010) simbiosis adalah hubungan antara dua makhluk hidup atau lebih, antar populasi dalam komunitas, atau ekosistem tertentu.

Ada 4 jenis simbiosis yaitu simbiosis mutualisme, komensalisme, amensalisme dan parasitisme. Pada artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai definisi, ciri, dan contoh simbiosis parasitisme.

Pengertian Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua organisme atau lebih, namun salah satu organisme tersebut merugikan organisme lainnya. Interaksi yang terjadi di antara mereka merupakan mekanisme bertahan hidup dan merupakan insting dalam menghadapi seleksi alam.

Ciri-ciri Simbiosis Parasitisme

Ciri simbiosis parasitisme yakni ada pihak yang diuntungkan (parasite) dan pihak yang dirugikan (inang). Biasanya parasit merugikan dengan cara menjadikan inang sebagai tempat hidup dan atau sebagai sumber makanan untuk mempertahankan hidup. 

Pada beberapa kasus parasite dapat membunuh inangnya. Parasit yang tinggal di dalam tubuh inangnya disebut endoparasite, sedangkan parasit yang hidup di luar tubuh inang disebut ektoparasit.

Contoh simbiosis parasitisme 

  1. Kutu rambut dengan manusia atau hewan. kutu menghisap darah manusia atau hewan dan dapat menyebarkan penyakit.
  2. Tali putri dengan tumbuhan inangnya. Tali putri diuntungkan karena mengambil nutrisi dari tumbuhan inangnya seperti tanaman teh-tehan.
  3. Cacing pita dengan sapi. Cacing pita hidup di sistem pencernaan sapi dan mengambil nutrisi yang seharusnya menjadi energi dan asupan nutrisi untuk manusia. Sapi menjadi terserang penyakit dan kekurangan asupan nutrisi.
  4. Benalu dengan pohon. Benalu diuntungkan dengan menyerap nutrisi yang ada pada pohon sementara pohon dirugikan karena nutrisinya menjadi tidak maksimal.
  5. Walang sangit, burung pipit, tikus dengan padi. Walang sangit untung mendapatkan makanan dari bulir padi sementara padi dirugikan karena menjadi tidak berisi.
  6. Ulat dan tanaman. Ulat memakan daun tanaman dan merusak tanaman.
  7. Nyamuk dan manusia. Nyamuk menggigit dan menghisap darah manusia hingga bentol atau gatal. Beberapa jenis nyamuk dapat menyebabkan penyakit seperti demam berdarah dan malaria.
  8. Paus dan teritip: Teritip termasuk arthropoda yang hidup di tubuh paus dan dapat membuat luka gatal pada paus.
  9. Bunga rafflesia dan inangnya. Bunga rafflesia tidak dapat berfotosintesis sehingga menyerap nutrisi kepada inang untuk bertahan hidup.
  10. Panu dan manusia, manusia menjadi gatal dan tidak nyaman sementara panu yang merupakan jenis fungi Malassezia diuntungkan dengan mendapat tempat tinggal, makanan, dan sumber protein.
  11. Lalat dan buah. lalat bertelur dan berkembang biak di dalam buah menyebabkan buah membusuk.
  12. Larva Tawon dan Ulat Catalpa : tawon menempatkan telur pada tubuh ulat catalpa. Telur menetas menjadi larva akan memakan ulat catalpa.
  13. Ikan Lamprey dan Ikan lainnya : ikan lamprey menghisap darah dan cairan ikan lainnya seperti ikan trout.

Demikian penjelasan seputar pengertian, ciri-ciri, hingga contoh simbiosis parasitisme yang perlu dipelajari. 

Referensi

  • Saripudin, A. (2008). UASBN IPA untuk SD/MI. (Aprilia, Ed.) Bandung: Grafindo Media Pratama.
  • Tim Master Eduka. (2020). Best Score 100 Bank Soal IPA SD/MI 4,5,6 . Surakarta: Genta Smart.
  • Zapino, T. (2010). Sukses Olimpiade Biologi untuk SMP.MTs. Yogyakarta: Andi Offset.


Author: Niar Khairunnisa
Editor: Siti Nur Aeni

Posting Komentar untuk "Pengertian Simbiosis Parasitisme, Ciri-ciri, dan Contohnya "