KERAJAAN NUSANTARA
Stratifikasi Kerajaan Nusantara, yang disusun ulang secara mendetail untuk memetakan ratusan entitas politik yang pernah ada di Indonesia. Laporan ini tidak hanya mendaftar nama, tetapi juga menempatkannya dalam hierarki kekuasaan (Primer, Sekunder, Tersier) beserta rentang waktu eksistensinya.
Secara akademik, pengelompokan ini penting untuk memahami bahwa Nusantara bukan hanya "dikuasai" oleh satu-dua kerajaan besar, melainkan sebuah jaringan kekuasaan yang berlapis.
BAB I: ENTITAS PRIMER (IMPERIUM)
Kelompok kerajaan yang memiliki pengaruh hegemoni luas (lintas pulau), menguasai jalur perdagangan internasional, dan menjadi pusat peradaban utama.
1. Era Klasik Hindu-Buddha (Abad 4 – 15 M)
| Nama Kerajaan | Lokasi Pusat | Timeline (Est.) | Deskripsi & Warisan Utama |
|---|---|---|---|
| Kutai Martadipura | Kalimantan Timur | ±350 – 1635 M | Pioneer. Kerajaan tertua yang tercatat (Prasasti Yupa). Membawa kultur India pertama ke pedalaman Kalimantan. |
| Tarumanagara | Jawa Barat | 358 – 669 M | Infrastruktur. Raja Purnawarman membangun kanal Gomati sepanjang 12 km untuk irigasi & pengendali banjir. |
| Sriwijaya | Sumatera Selatan | ±650 – 1377 M | Thalassocracy. Imperium maritim pertama yang menguasai Selat Malaka. Pusat studi Buddha internasional. |
| Mataram Kuno | Jawa Tengah | 732 – 1016 M | Monumental. Membangun Borobudur (Buddha/Syailendra) & Prambanan (Hindu/Sanjaya). Pindah ke Jatim pasca letusan Merapi. |
| Singhasari | Jawa Timur | 1222 – 1292 M | Ekspansionis. Di bawah Kertanegara, mencanangkan ekspedisi Pamalayu untuk membendung pengaruh Mongol. |
| Majapahit | Jawa Timur | 1293 – 1527 M | The Great Empire. Menyatukan "Nusantara" dalam konsep Mandala politik di bawah Sumpah Palapa Gajah Mada. |
2. Era Kesultanan Islam (Abad 15 – 18 M)
| Nama Kerajaan | Lokasi Pusat | Timeline (Est.) | Deskripsi & Warisan Utama |
|---|---|---|---|
| Samudera Pasai | Aceh (Utara) | 1267 – 1521 M | Gerbang Islam. Kerajaan Islam pertama yang diakui secara internasional (catatan Ibnu Battuta & Marco Polo). |
| Aceh Darussalam | Aceh (Banda) | 1496 – 1903 M | Militer & Diplomasi. Kekuatan militer terkuat di barat yang menahan ekspansi Portugis selama berabad-abad. |
| Demak | Jawa Tengah | 1475 – 1554 M | Pewaris Jawa. Kerajaan Islam pertama di Jawa yang mewarisi legitimasi politik Majapahit. |
| Ternate | Maluku Utara | 1257 – 1945 M | Raja Rempah. Imperium timur yang menguasai perdagangan cengkih dunia. Wilayahnya mencakup Maluku hingga Mindanao. |
| Mataram Islam | Jawa Tengah | 1587 – 1755 M | Hegemoni Jawa. Di bawah Sultan Agung, menyatukan hampir seluruh Jawa dan menyerang VOC di Batavia dua kali. |
BAB II: ENTITAS SEKUNDER (REGIONAL)
Kerajaan-kerajaan tingkat menengah yang berdaulat atas wilayah geografis tertentu (pulau/provinsi) dan seringkali memiliki otonomi kuat meskipun sesekali tunduk pada imperium.
1. Wilayah Barat (Sumatera & Kalimantan)
| Nama Kerajaan | Lokasi | Timeline | Keterangan Regional |
|---|---|---|---|
| Siak Sri Indrapura | Riau | 1723 – 1945 | Pecahan Johor. Menjadi kekuatan dominan di Selat Malaka timur pada abad ke-18. |
| Pagaruyung | Sumatera Barat | 1347 – 1825 | Pusat adat Minangkabau. Raja (Rajo Alam) dihormati sebagai simbol pemersatu. |
| Pontianak | Kalbar | 1771 – 1950 | Kota dagang strategis di muara Sungai Kapuas, didirikan Syarif Abdurrahman Alkadrie. |
| Banjar | Kalsel | 1520 – 1905 | Penerus kerajaan Hindu Negara Dipa. Menguasai perdagangan lada Kalimantan selatan. |
2. Wilayah Tengah (Jawa, Bali, Nusa Tenggara)
| Nama Kerajaan | Lokasi | Timeline | Keterangan Regional |
|---|---|---|---|
| Banten | Jawa Barat | 1526 – 1813 | Pesaing utama VOC di Batavia. Pelabuhan lada internasional yang sangat kosmopolitan. |
| Gelgel (Klungkung) | Bali | 1343 – 1908 | Penerus Majapahit di Bali. Sempat menguasai Lombok dan Sumbawa Barat. |
| Bima | Sumbawa | ±1620 – 1958 | Kesultanan maritim yang kuat. Memiliki hubungan erat dengan Gowa-Tallo. |
| Larantuka | Flores Timur | 1600 – 1904 | Kerajaan Katolik pertama dan terbesar. Berafiliasi budaya dengan Portugis (Topasses). |
3. Wilayah Timur (Sulawesi & Maluku)
| Nama Kerajaan | Lokasi | Timeline | Keterangan Regional |
|---|---|---|---|
| Gowa-Tallo | Sulsel | 1300 – 1945 | "Ayam Jantan dari Timur". Mengontrol jalur rempah sebelum Perjanjian Bongaya 1667. |
| Bone | Sulsel | 1330 – 1960 | Rival abadi Gowa. Bangkit di bawah Arung Palakka (abad 17). |
| Tidore | Maluku Utara | 1081 – 1945 | Saingan Ternate. Wilayah kekuasaannya membentang ke Papua (Irian) dan Raja Ampat. |
BAB III: ENTITAS TERSIER (MICRO-KINGDOMS)
Lapisan "akar rumput". Inilah bukti jumlah ratusan. Mereka adalah kerajaan kecil, kedatuan, atau petuanan yang beroperasi di pedalaman atau pulau-pulau kecil dengan struktur adat yang mandiri.
A. Papua & Maluku: Sistem Petuanan
Struktur kekuasaan lokal yang mengatur wilayah adat dan perdagangan, seringkali di bawah bayang-bayang Tidore namun berdaulat ke dalam.
| Nama Entitas / Sistem | Timeline Aktif | Fungsi & Struktur Kekuasaan |
|---|---|---|
| Petuanan Namatota (Sran) | Abad 16 – Modern | Fakfak/Semenanjung Onin. Perantara dagang utama budak & masoya dengan pedagang luar. |
| Petuanan Komisi | Abad 16 – Modern | Fakfak. Pesaing Namatota dalam hegemoni lokal di pesisir Papua Barat. |
| Petuanan Arguni | Abad 17 – Modern | Teluk Berau. Dipimpin "Raja Arguni", memiliki otonomi atas wilayah teluk. |
| Raja Ampat (4 Kerajaan) | Abad 15 – Modern | Konfederasi 4 pulau: Waigeo, Salawati, Batanta, Misool. Berfungsi sebagai vasal Tidore penjaga perbatasan. |
| Kerajaan Rumbati | Abad 16 – Modern | Kerajaan Islam di Fakfak, pusat penyebaran Islam awal di Papua. |
B. Nusa Tenggara (Timor & Flores): Sistem Liurai
Wilayah dengan densitas kerajaan kecil tertinggi akibat kondisi geografis berbukit-bukit.
| Nama Entitas / Sistem | Timeline Aktif | Fungsi & Struktur Kekuasaan |
|---|---|---|
| Wehali (Malaka) | 1500 – 1900an | Pusat Spiritual. "Kerajaan Ibu" di Timor. Tidak punya tentara tapi titahnya dipatuhi kerajaan lain (Maromak Oan). |
| Amarasi | 1600 – 1945 | Timor Barat. Kerajaan vasal (Portugis/Belanda) namun rajanya (Liurai) berkuasa penuh atas rakyatnya. |
| Insana & Amanuban | 1600 – 1945 | Kerajaan-kerajaan pedalaman Timor yang sangat independen dan sering memberontak terhadap kolonial. |
| Keo & Nage | 1600 – 1900an | Flores Tengah. Persekutuan kampung-kampung adat yang membentuk entitas politik mandiri. |
| Ende & Lio | 1600 – 1900an | Flores Selatan. Memiliki struktur raja sendiri (Ria Bewa) di sekitar Gn. Iya & Kelimutu. |
C. Kalimantan: Kerajaan Hulu Sungai (Hinterland)
Kerajaan-kerajaan di pedalaman sungai yang jauh dari pesisir, mengontrol jalur dagang hulu-hilir.
| Nama Entitas / Sistem | Timeline Aktif | Fungsi & Struktur Kekuasaan |
|---|---|---|
| Kerajaan Sintang | 1500 – 1950 | Hulu Kapuas. Awalnya Hindu (berkaitan dengan Majapahit) lalu menjadi Kesultanan. Pusat budaya Dayak-Melayu. |
| Kerajaan Tayan | 1500 – 1950 | Sanggau. Penjaga lalu lintas sungai Kapuas tengah. Memiliki keraton yang masih terawat. |
| Kerajaan Meliau | 1700 – 1945 | Kerajaan kecil di wilayah Sanggau yang tercatat sebagai vasal otonom dalam arsip Belanda. |
| Kerajaan Landak | 1292 – 1945 | Terkenal dengan intan. Pernah menjadi bawahan Majapahit sebelum mandiri. |
| Kerajaan Selimbau | 1800 – 1945 | Kerajaan di wilayah Danau Sentarum, Kapuas Hulu. Sangat terpencil namun berdaulat. |
KESIMPULAN
Jika dijumlahkan berdasarkan data di atas:
- Level Primer: ±20-30 Imperium/Kesultanan Besar.
- Level Sekunder: ±50-80 Kerajaan Regional/Madya.
- Level Tersier: >200 Entitas Mikro (Petuanan, Liurai, Kedatuan Lokal).
Total Estimasi Akademik: 300+ Entitas Politik pernah berdiri di Nusantara. Ini menunjukkan sejarah Indonesia bukan sekadar pergantian antar imperium besar, melainkan sebuah ekosistem politik yang hidup di mana ratusan kerajaan kecil memegang peran vital dalam struktur sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.
